60 hari bercerita - KAIST

60 hari bercerita
KAIST
#mudah_mudahan_bisa_konsisten_euyy

Week 1
Day 00: Rabu, 08 October 2019 (Persiapan - Bandung)
Disclaimer: *VISA JANGAN MEPET NGURUS, min 1 bulan sebelum*


Setelah ngurus Visa dan surat kesehatan yang banyak drama (tiba"foto nya salah warna, kurang 1 berkas lah, pengiriman ke jakarta harus besok pagi gbs malam ini, surat keterangan mahasiswa dari TU ada typo la Hammam Raihan M(u)hammad -> M(o)hammad) dan miracle (Pak arie mau ngurusin, dan bayarin biaya pembuatan visa kita *makasih pak Arie*),

selanjutnya persiapan berikutnya: Money Change
*Money Change: di GMC Dago, tukar duit 250rb+50rb won (jaga").
1 won = 12.15 IDR (di google, 11.85 IDR :v)
jadi aku nukar IDR 3.645.000  buat 300rb won

dan persiapan terakhir:
bagasi koper (keberangkatan ): 20 kg
bagasi koper (balik ke indo): 25 kg
kabin default: 7 kg

kenyataannya, barang yg dibawa: kabin 8.9 kg dan koper nyaris lewat 19.63 kg.wkkwk Punya timbangan di kos/rumah adalah sebuah plus!
  
BERANGKAT.......................

Day 0 : Kamis, 09 October 2019 (Berangkat + Transit)
Jam 5 pagi berangkat dari Bandung ke Bandara Jakarta (terminal 2)
jam 14.50 delay 1 jam
jam 15.50 terbang Jakarta ke Kuala Lumpur
jam 00.15 terbang Kuala Lumpur ke Korea, kota Incheon

Selama pengecekan barang dan scan badan,  kita selalu berhenti pada saat pengecekan kamera analog Fio. Kamera analog gaboleh melewati mesin x-ray, bisa rusak. karena sifat dari kamera analog itu sendiri. *baru tau gw.

Terus mau nyoba belajar saat di pesawat, susah euy. Cuma tahan 15-20 menit, abis itu ngantukk
  


Day 1 : Jumat, 10 October 2019 (Korea!)
Jam 5 pagi berangkat dari Bandung ke Bandara Jakarta (te
...............................................................


Day XX - 26 Oktober 2019
Yah kayaknya sulit ya membagi waktu untuk menulis blog. Emang benar kata orang , kalo uda nunda pekerjaaan satu hari aja, uda bakal nimbun terus, kayak nagih gitu, hingga akhirya ga kelar kelar.

"Ywdah kali ini aku bercerita apa yg aku rasakan selama di negeri orang lain. Ini gak mungkin dibaca orang sih wkwk, aku jadikan tempat ini buat mencurahkan pikiran ku disini aja. Reminder pribadi"

Hari ini ,Siang, aku fio samhan dan hammam (4 orang dari FIsika itb) bisa ketemuan dengan KAIST- INA. perkumpulan indonesia pipel yang kuliah di KAIST. Grup kakaonya sampai 100an. banyak juga ya. jadi kita ketemuan di sebuah lapangan rumput yang luas, dibelakang gedung N-5.

"Eh setelah aku ngetik sedikit ini, aku langsung nyadar NGetik itu bisa jadi evaluasi cara ngomong aku. Aku nyadar aku kebanyakan kebalik format kata katanya. wkwk Namanya juga anak muda, masih labil, masih banyak sekali ruang buat saya untuk berkembang. asik. halah baco*... "

Nah disini kita berempat kenalan masing masing, lalu dilanjutkan dengan member KAIST-INA lainnya. Seperti ko Teguh, mas Pras, mas Sultan, mas Taufiq, ci Seli, dan banyak lainnya. Beberapa dari ITB, UI yang sedang S2 disini, dan beberapa juga masih undergraduate (S1). Foto foto (sampai bawa bendera merah putih wkwk). Lalu dilanjutkan makan siang bareng: Dan pertemuanku hari ini, didominasi oleh percakapaan kita berempat dengan ..

aku sbnarnya ingin cerita pikiran ku skrg yg lagi malas malasan tugas kuliah dan Presentation ku rabu ini

tapi
cut ... Aku malam ini (jam 23:53) lgsung dapat insight yang bagus bgt dari post mas Taufiq di Indonesiamengglobal. something i know, but i dont maximumly do it. He says that, we just focus what we're able to control. and most people wastes their time to worry something they can't control it. Instead, redirecting our attention to something else we can actually control might prevent us for experimenting another failure. Example: We did a lot of preparation, and all possibly way to study maximally for an exam, and in the end, they still did not go well. Well we should't dwell ourselves over them, because the results are already beyond our control. that's what Taufiq did when he got misarable exa, result. He moves on, and occupy his mind with other things that he still can improve.

Pertanyaan ku adalah MENGAPA ORANG ORANG BISA DENGAN CEPAT MENGERTI POLA PIKIR POSITIF SEPERTI INI, sementara disisi lain beberapa teman aku dan aku (terutama) masih terjebak dengan pikiran negatif, meratap terus kegagalan ini, seolah olah gabisa nerima hasil yg buruk atas perjuangan dan kerja keras selama ini. Well, I think pola pikir positif ini juga berasal dari pola pikir yg negatif. Semuanya tergantung kita, seberapa mau kita belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya. Oleh karena itu, skrg saya tidak akan menyalahkan lagi Pengaruh cara mendidik orang tua tentang cara menanggapi masalah. Kita seharusnya selalu evaluasi diri.  contoh hasil didikan orang tua kayak gini.



dan anak kecil itu adalah teman ku intern bareng disini, Samhan. Well now i'm also proud of how efficiently your mind and your action, sam. I don't lie, that I learn lots of things from you. also Fio and Hammam (the excited learner)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

School-University Transition

TUGAS PRD #2 FMIPA ITB Semester 1 2016/2017